Kesulitan tidur atau “insomnia”, merupakan masalah yang sangat merepotkan karena akan berakibat timbulnya rasa kelelahan berkelanjutan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.   Gangguan sulit tidur, selain menyebabkan rasa mengantuk di siang hari, sakit kepala, pegal-pegal, lesu, lemah dan sebagainya, dalam jangka panjang dapat menyebabkan otak dan jantung kekurangan oksigen sehingga terjadi gangguan pada jantung, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Kesulitan tidur / insomnia disebabkan karena adanya ganguan psikologis,  dalam hal ini bantuan medislah yang sangat diperlukan. Seperti halnya terapi, penderita akan diterapi psikologis untuk memperbaiki kebiasan buruknya sehingga diharapkan menimbulkan pikiran-pikiran positif yang berfungsi untuk memperbaiki sugestinya dan membuat otak untuk mudah mengkontrol kebiasaan buruknya.

Namun  pola terapi  tidaklah mudah apalagi bagi pebisnis bahkan karyawan  dan sebagainya karena hal ini sangat menyita waktu dan  penderita insomia  biasanya mulai menggunakan  dan mengkonsumsi obat tidur agar efek dari obat tersebut bisa menimbulkan rasa lelah dan ngantuk.

Obat tidur salah satu solusi yang  membantu untuk  penderita insomia, namun hal ini tidak disarankan karena efek samping yang ditimbulkan dari obat-obat kimia yang nantinya membawa respon negatif pada tubuh kita, hal yang tidak diinginkan adalah ketergantungan pada obat tidur atau obat penenang. Penderita akan merasa sangat gelisah  atau bahkan tidak bisa beristirahat dengan tenang tanpa adanya obat tidur, respon negatif ketergantungan pada obat kimia inilah yang tidak disarankan.

Insomnia bukanlah sebuah penyakit, melainkan  gejala – gejala kelainan emosional, fisik atau pemakai obat –obatan, dan pemakai alkohol. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Pada umumnya sulit tidur disebabkan karna pada waktu badan sudah capek dan ingin beristirahat, namun otak masih bekerja dengan baik tidak memperlihatkan kelelahanya sedikit pun.

Penderita memang tidak bisa secara langsung mengobati insomnia ini, butuh perlahan –lahan, dihapkan penderita bisa mengkontrol situasi pada tubuh,  penderita  hendaknya tetap tenang, santai, rilex, dan harus sangat ingin menikmati beristirahat, usahakan sebelum jam istirahat malam ciptakan suasana yang nyaman tenang cahaya tidak terlalu terang, serasa sunyi, tidak banyak memikirkan seuatu, dan buatlah jam tidur adalah jam terindah, maka otak akan merespon dengan baik, apabila itu tidak mungkin terjadi berikan obat  yang menurut anda tidak terllau beresiko dan obat tidur yang sudah dianjurkan oleh dokter, diharapkan untuk membantu proses pemulihan, setelah mengkonsumsi obat tersebut , perlahan – lahan jangan terlalu menggunakannya lagi, dan ciptakan suasana – suasana yang berpengaruh untuk ingin beristirahat.

GEJALA – GEJALA INSOMNIA

  1. Tidak mampu tidur sekalipun sangat lelah.
  2. Tidur tidak pernah merasa nyenyak sehingga selalu merasa belum cukup tidur atau  bahkan justru merasa lelah saat bangun tidur.
  3. Terbangun dari tidur terlalu dini

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB INSOMNIA

  1. Stres fisik dan psikis
  2. Perubahan hormonal pada wanita (menstruasi, kehamilan dan menopause)
  3. Gangguan lingkungan seperti paparan TV atau computer terlalu lama, perubahan cuaca, suhu ruangan tidak nyaman.
  4. Perbedaan waktu saat bepergian (jetlag)

TIPS UNTUK PENDERITA INSOMNIA

Mengatasi insomnia dengan tidur yang baik, yaitu dengan:
Buatlah waktu tidur dan bangun yang teratur, dan tetap ikuti jadwal.
Mandi dengan air panas, paling baik dilakukan 1½ – 2 jam sebelum tidur.
Lakukan aktivitas relaksasi sedikitnya ½ jam menjelang tidur, seperti membaca bahan yang ringan atau meditasi.

Mengatasi Insomnia dengan latihan fisik.

  1. Diantaranya adalah latihan kontraksi-relaksasi progresif, draining, dan aerobik.
  2. Mengatasi Insomnia dengan pola makan dan minum
  3. Hindari konsumsi makanan berlebih, khususnya makanan tinggi protein, minuman berkafein (kopi, teh, kola)
  4. Makanlah makanan yang cukup mengandung B kompleks dan kalsium.

MEKANISME KERJA
Iridoid, berfungsi untuk mengatur fungsi sistem syaraf
Valerenic Acids, mengandung γ-aminobutyric acid yang bekerja sebagai neurotransmitter reseptor pada sistem syaraf sehingga dapat digunakan sebagai zat sedatif.

HASIL PENELITIAN
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa valerian dapat digunakan untuk menginduksi tidur. Kemampuan menginduksi tidur tergantung dari besarnya dosis yang diminum dan konsentrasi kandungan yang menjadi standarnya.

 

REFERENSI

  1. Blumenthal M, 2003, The ABC Clinical Guide to Herbs, American Botanical Council, Texas, page 351-352
  2. Bown D, 2001, New Encyclopedia of Herbs &Their Uses, Dorling Kindersley, New York, page 400
  3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000, Acuan Sediaan Herbal, Edisi pertama,  Ditjen POM-Depkes RI, Jakarta, halaman 16-18
  4. Flemming T, 2000, PDR for Herbal Medicines, Medical Economics Company, New Jersey, page 783-784
  5. Foster S, Rebecca L. Johnson, 2006, Desk Reference to Nature’s Medicine, National Geographic, Washington D.C, page 362-363
  6. Hoffmann D, 1996, Complete Illustrated Guide to The Holistic Herbal, Element, London, page 15
  7. Little B, 2002, The Illustrated Herbal Encyclopedia,  Abbeydale Press, Inggris, page 172